SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 991 “SEBUAH PENGAKUAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 991 “SEBUAH PENGAKUAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 991 “SEBUAH PENGAKUAN” by. Sally Diandra Dirumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla menampar Raman dengan sangat keras “Raman, apa kamu tidak peduli pada kami semua disini ? Apa kamu pikir hati kami ini terbuat dari batu ? Apa hanya kamu dan Ishita yang bersedih ?” Raman hanya terdiam “Kamu telah menyembunyikan semua ini dari orang tuamu, seharusnya kamu tahu kalau kami ini juga sangat berguna, kami juga bisa menyimpan rahasiamu sebagai sebuah rahasia, kamu mempunyai waktu selama 1 tahun untuk memberitahu kami, tapi tidak, itu tidak kamu lakukan, kamu kira hanya hatimu yang patah hati ? Dan membiarkan yang lain pergi ke neraka ?”, “Ibu, bukan begitu, kami memang tidak bisa menghubungi satu sama lain, kami tidak bicara satu sama lain secara langsung, Vidyut memang mengirimkan bunga padaku tapi atas nama Raman, ibu ,,, kami memang tidak memberitahu siapapun” sela Ishita 

“Aku ini bukan orang lain, aku adalah ibumu, kamu juga adalah seorang ibu dan bisa mengerti kesedihanku, aku tidak mau bicara sama kalian berdua ! Pergi dari sini !” bentak nyonya Bhalla, seluruh keluarga Bhalla pun menangis “Ini tidak benar, kak ,,, kamu tahu kan kalau ibu sangat menyukai rahasia, bagaimana bisa kamu menyembunyikan semua ini ?” tuan Bhalla langsung menyela sindiran Simmi “Simmi, sudah hentikan !” bentak tuan Bhalla

“Biarkan saja mereka mempermainkan aku !” sahut nyonya Bhalla, tuan Bhalla lalu bertanya ke Ishita “Ishita, kenapa kamu menyembunyikan ini semua ketika kamu sudah seperti putri kami sendiri ? Dan Raman berkata tentang kemunafikan ke ibumu, bahkan kamu juga seorang ayah, apa yang terjadi padamu saat peristiwa Adi dan Aaliya ? Apa kamu mempunyai hak sebagai seorang ayah dan anak, ketika kamu bersalah ?”, “Aku tahu kalau aku telah melakukan kesalahan” sela Raman 

“Ishita, apa kesedihan ibumu ini lebih sedih daripada kamu ? Kami semua bersamamu dan membiarkan Raman pergi dengan berfikir kalau dia itu telah melakukan ketidakadilan padamu dan kamu melakukan ini semua ?” ujar tuan Bhalla kesal “Kami semua merasa senang melihat kalian berdua telah kembali tapi kalian telah memberikan kami luka dan berusaha untuk memberikan obatnya, kami menyesal pada semua ini we regret this.”, “Iyaa, Ishita tidak bisa mengerti tentang kerinduanku pada Raman, aku biasanya menangis setiap pagi sambil memikirkan kapan Ramanku akan kembali pulang ? Aku telah menangis selama 1 tahun, Ishita tidak merasa kasihan padaku” Amma berusaha menghibur nyonya Bhalla 

“Maafkan aku, ibu ,,, kami melakukan ini semua untuk Pihu, kalau Pihu mengetahui tentang hal ini, dia pasti tidak mau dekat dengan Raman, kabar tentang hal ini bisa sampai di Shagun kapan saja, sekali lagi maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu” ujar Ishita, saat itu Pihu datang menemui mereka dan bertanya pada neneknya 

 “Nenek, apa nenek tidak merasa senang dengan kedatanganku ?”, “Bagaimana hal itu bisa terjadi ? Nenek bahagia, nenek tidak menangis, ini tangis kebahagiaan sayang” Pihu lalu menghibur neneknya dan meminta nyonya Bhalla untuk memaafkan mereka semua “Jangan menangis sekarang, Toshi ,,, maafkanlah semua orang demi aku” nyonya Bhalla masih menangis lalu memeluk Ishita dengan rasa haru, 

Raman dan Ishita juga meminta maaf pada tuan Bhalla, namun tuan Bhalla pergi begitu saja dengan perasaan kesal “Raman, ayah masih marah sama aku, mungkin dia merasa aku telah mengkhianatinya”, “Ayah hanya butuh waktu saja, dia pasti akan setuju nanti” sela Simmi, Raman kemudian meminta maaf pada ibunya, nyonya Bhalla lalu memeluk Raman 

Ananya sedang ngobrol dengan temannya, teman Ananya itu mengundang Ananya dan Pihu ke pesta ulang tahunnya “Pihu, dia itu anak baru disini, kita akan datang ke pesta ulang tahunnya, ayoo cepat ganti baju” pinta Ananya “Waah, bajuku ada dirumah paman Mani”, “Pihu, ayah akan mengajak kamu berbelanja dan membeli baju baru, bagaimana ?” sela Raman “Ayah, kemarin aku membeli baju baru di Bangkok, aku ingin pakai baju itu saja, nanti bajunya jadi kekecilan kalau nggak dipakai dan lagi mainanku juga disana semua, aku harus bertemu dengan mama” pinta Pihu, 

Ishita menduga kalau Pihu sebenarnya ingin bertemu dengan Shagun, Ishita lalu menyela “Siapa yang mau ikut berbelanja ? Ayooo Raman, kamu juga harus bersiap siap” sela Ishita sambil menyuruh Raman ke kamarnya “Pihu, nanti ibu akan membawamu menemui ibu Shagun karena ibu sudah berjanji sama kamu, untuk tidak menjauhkan kamu dari mamamu” Pihu sangat senang mendengarnya “Sungguh ? Tapi mama tidak pernah membiarkan aku bertemu denganmu” tanya Pihu heran

“Mungkin dia punya alasan sendiri, ketika seseorang sangat menyayangi kamu, mereka biasanya jadi posesif, kak Ruhi sudah pernah menceritakan padamu tentang kisah dewa Khrisna kan ? Kedua ibunya sangat menyayangi dia dan dia juga sangat menyayangi kedua ibunya, ibu Ishi tahu kalau kamu pasti akan menyayangi ibu Shagun dan aku, kamu akan datang kesana dan juga akan menemui aku, ibu Ishi ingin agar kamu bisa menghabiskan waktumu dengan ibu Shagun, dia pasti akan merindukan kamu, pergilah dan ambil barang barangmu juga” Pihu sangat senang mendengarnya 

“Sungguh ?”, “Iyaa, nanti ibu yang akan menjelaskan sama ayahmu” kemudian Ishita meminta Adi untuk membawa Pihu kerumahnya Mani “Pihu mau mengambil barang barangnya dan bertemu dengan ibu Shagun, kamu sendiri juga bisa bertemu dengan Aaliya kan ?” Adi langsung setuju dengan perasaan bahagia dan bergegas membawa Pihu pergi dari sana 

Ishita lalu mulai berfikir “Bagaimana caranya meyakinkan Raman ?” Raman yang saat itu menghampiri Ishita langsung bertanya “Ishita, kenapa kamu menyuruh Pihu pergi menemui Shagun ?”, “Tenang, Raman ,,, Shagun tidak bisa berbuat apa apa, Pihu yang memutuskan sendiri untuk meninggalkan Shagun dan datang ke kita, dia mempunyai perasaan pada kita, kita harus bisa menghargai perasaannya juga, dia sangat menyayangi Shagun, jadi kita harus mengijinkan dia untuk bertemu dengan Shagun” Ishita berusaha meyakinkan Raman 

“Raman, untuk saat ini jangan marah, percayalah pada diri kita sendiri dan cinta kita, aku yakin kalau Pihu tidak akan seperti itu, Pihu mempunyai dua orang ibu, biarkan dia mendapatkan semua kasih sayang dari kedua ibunya” namun Raman merasa khawatir akan kehilangan Pihu “Dia itu putri kita, dia tidak akan pergi kemana mana”, “Baiklah” Raman akhirnya bisa menerima penjelasan Ishita “Aku bangga padamu, Raman” sahut Ishita senang 

Di rumah Mani, Shagun meminta Pihu untuk makan “Pihu, kamu mau makan apa ?”, “Tidak ada, aku sudah makan banyak tadi, semua orang membuatkan sesuatu untukku” Shagun merasa kesal dan marah begitu mendengar hal itu “Baiklah, kamu telah mendapatkan semuanya disana, mama tidak akan membuat apa apa kalau begitu, ambil semua barang barangmu sana, mama akan mengemasinya”, “Tidak, mama ,,, aku datang kesini untuk bertemu sama mama, aku sudah bilang ke ibu Ishi” sahut Pihu 

“Tapi kamu telah memilih Ishita dan Raman bukan aku, mama akan mengemasi barang barangmu, jadi kamu bisa segera pergi dari sini” sela Shagun “Tapi, mama ,,,”, “Kamu itu sudah bersikap egois dengan meninggalkan mama, dan ikut bersama mereka ! Kamu bisa mendapatkan kasih sayang semua orang disana, kamu tidak membutuhkan aku ! Kamu akan meninggalkan aku kan ? Ya sudah pergi saja sana ! Jangan tunjukkan airmata ini di depanku ! Aku tidak bisa hidup tanpa kamu kalau kamu bisa hidup tanpa aku !” Pihu hanya bisa menangis mendengar amarah Shagun

Dirumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla sedang memarahi Neelu, kemudian meminta Ishita untuk memeriksa berapa banyak garam yang sudah ditambahkan oleh Neelu ke dalam masakan, Ishita segera mencicipi masakan itu dan berkata “Asinnya cukup, sebentar lagi Pihu akan pulang, aku harap jangan buat keributan”, “Tidak, Ishita ,,, aku berfikir untuk membuat palak paneer untuknya dan kalau dia tidak mau memakannya maka tidak ada gunanya memasaknya” sahut nyonya Bhalla 

“Ibu, apa ibu marah sama aku dan Raman ?”, “Tidak, kamu telah melakukan hal yang luar biasa untuk mendapatkan Pihu, aku kira aku akan kehilangan kamu dan Pihu, aku merasa cemas ketika Raman berkata kalau kamu adalah istrinya dengan semua hakmu sepenuhnya sebagai istri, aku merasa lega dan bahagia” Ishita tersenyum begitu mendengar ucapan nyonya Bhalla 

“Itulah mengapa ibu adalah ibu yang terhebat”, “Bukan, kalau tidak aku pasti akan mendapatkan penghargaan, semua orang mengira kalau aku ini ibu mertua yang modern dan trendi, aku hanya masuk dalam nominasi saja lalu kalah kemudian” sahut nyonya Bhalla, Ishita lalu mendapat sebuah ide agar ibu mertuanya marah sama Raman “Maka dengan begitu ibu akan mendapat penghargaan, kami tidak akan mempermainkan ibu, dengarkan ideku ini” mereka berdua kemudian tersenyum bersama 

Dirumah Mani, Mani memberikan sebuah hadiah ke Pihu, Pihu berterima kasih padanya dengan perasaan sedih, Mani berfikir “Mungkin Shagun telah melakukan sesuatu pada Pihu, sehingga Pihu terlihat sedih seperti ini” bathin Mani sambil memberikan coklat padanya “Jangan menangis, Pihu ,,, kamu bisa menelfonku nanti dan aku akan menjemputmu, katakan saja kalau kamu membutuhkan sesuatu”, “Terima kasih, paman ,,, paman, tolong berikan boneka Teddy ini ke mama, kalau mama memeluknya ketika tidur, dia pasti akan merasa sedang memelukku” dari kejauhan Shagun menatap kearah Pihu sambil menangis “Pihu, kamu telah meninggalkan aku, kenapa kamu melakukan hal ini ?” bathin Shagun sedih SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 992 by. Sally Diandra

Bagikan :